Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 November 2014

Cerbung : "Dia"

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK5z3D7uswuoMiek7hUQqcgT2GQOKZmi-jX2dgaJdKFxeIL0KTiPPuWd5CGrxBdlHEtzQyx336LfldwyjFiG7WsdpUEeI8x5EfvFoJP6MyYvnO45FhcEP4dm0YRqjdNTFh_2ZqZFw82V8/s1600/tes1.jpg
“Raniiiiii..... bangun dong ran, udah jam berapa nih? Lu kesiangan tau!”, panggil seseorang yang mencoba membangunkan rani
“lima menit lagi plis gue ngantuk banget semalem abis ngerjain tugas”
“terserah ran, lu tau ini jam berapa? Ini jam enam pagi Raniiiiiii!”
“HAH! Jam enam”
Rani kaget mendengar perkataan orang yang tadi membangunkannya, yang sebenarnya itu adalah kakanya, mereka berkisar umur hanya satu tahun, jadi satu sama lain sudah menganggap teman, dan tidak mempermasalahkan panngilan dengan menggunakan “Gue-elu”. Rani adalah anak kedua dari dua bersaudara, di rumahnya rani hanya tinggal dengan kakak laki-lakinya, dan ibunya. Ayahnya? Ayah dan ibunya sudah lama bercerai sejak ia masih sekolah di bangku tk.
Rani adalah siswa kelas XII sekolah menengah atas yang lumayan bisa dibilang elit, dikawasannya. Dan hari ini adalah hari pertama Rani menduduki bangku kelas XII.
“aduh telat deh, kena poin deh, aduuh gimana ini, mana bawaan banyak banget!”, Rani mencurahkan kekesalannya pada pagi itu sambil jalan tergesa gesa untuk absen posting digital yang berada di ruangan sebelah ruang guru.
Semua siswa di sekolahnya memang wajib ketika datang ke sekolah dan sepulang sekolah melakukan absen posting digital tersebut, dan sedang tergesa gesanya Rani, tiba tiba
Bruuuuuukkkkkk.....
Semua buku yang iya pegang ditangannya jatuh berserakan karena ulah seorang siswa laki laki yang iya tak kenal rupa wajahnya.
Mungkin anak baru, kata Rani
“yaampun ka maafin saya, saya enggak sengaja ka, maafin saya, tolong maafin saya ka, saya buru buru” kata anak itu sambil terus mengucapkan kata maaf.
“iya udah enggak knapa knapa kok, lagian gue juga buru  buru, yaudah lu duluan posting, cepet”
“iya ka, sekali lagi maaf ya ka”
“iya, anak baru ya lu? Soalnya belum pernah liat muka lu di sekolah ini”
“iya ka, yaudah saya duluan ya ka, sekali lagi maaf”
*****



Itu anak baru lucu banget, sopan pula, hmmmm
Lanjut lagi Rani langsung lari tergesa gesa ke kelasnya dan
“Assalamualaikum, selamat pagi paa..”, Rani mau melanjutkan salamnya tetapi ternyata di kelasnya belum ada guru yang masuk.
Alhamdulillah ga kena deh hari ini, batin Rani
Tiba tiba.............
“Rani, syifa, dina, tomi  ikut saya!” Pak Kepsek memanggil
“iya pak, Ada apa ya pak?”
“Saya mau minta tolong latih siswa baru untuk PBB ya, dan yang saya tunjuk ketua nya disini adalah Rani, kamu siap Rani?”
“Iya pak, saya siap” jawab Rani menerima tugas dari Kepseknya.
Ketika waktu PBB dimulai, mereka berempat yaitu Rani, Tomi, Syifa, dan Dina sudah berbagi tugas, Siswa baru di sekolah mereka terdapat 8kelas, maka diputuskan untuk dibuat 2 gelombang pelatihan baris berbarisnya, 4kelas pertama yaitu kelas X1, X2, X3, dan X4. Rani berada untuk membimbing kelas X1, Dina X2, Tomi X3 dan Syifa X4.
Pelatihan baris berbaris meliputi cara hormat, aba aba seperti hadap kanan, hadap kiri, balik kanan, serong kiri, dll. Dan saatnya keempat pembimbing PBB mulai mengajar. Tomi sudah membimbing sampai hadap kanan dan kiri, sedangkan Rani anak didiknya sedikit yang mengerti tentang baris berbaris, jadi dia harus mengajarkan dari awal dan mungkin sedikit lebih lama dari yang lain.
Dan ketika gelombang kedua PBB yaitu kelas X5, X6, X7, X8. Rani memulai dengan memperkenalkan namanya
“Nama saya Rani, panggil ka Rani, semua mengerti?”
“Mengerti kak!”
Rani melihat anak baru itu lagi dengan tampang muka yang jauh berbeda, terlihat lebih dewasa dan cool.
Dan sepertinya Rani menyukainya. Si anak baru itu? Iya! Rani menyukainya, namun Rani tak mau kalau harus membeberkan ini semua kepada banyak orang, karna dia tau itu hanya akan membuat dia malu. Rani mulai mencari cari tahu informasi tentang anak baru itu,
Oh ternyata nama dia Rendy dan dia suka olahraga futsal,
Rani terus mengorek ngorek informasi tentang rendy lewat social media yang dia bisa cari lewat internet. Dan sepertinya Rani benar benar tertarik dengan anak baru yang bernama Rendy itu.
Semakin hari Rani semakin semangat untuk berangkat sekolah hanya untuk merasakan bertemu dengan Rendy. Tetapi, semakin lama Rendy justru semakin jutek dan mengalihkan mukanya jika dia lewat ada Rani di dekatnya,
Aduh dia kenapa ya, apa salah gue, kan gue Cuma suka sama dia, itupun dari jauh, apa itu mengganggu banget ya
Rani mengambil ponselnya dan mencoba sharing dengan update status di twitter dan facebook Kaulah bintangku yang meredup perlahan
*****
I love you but it’s not so easy
To make you here with me
I wanna touch and hold you forever
But you’re still in my dream
And i can’t stand to wait
Your love is coming to my life
But i still have a time to break a silence
When you love you someone
Just be brave to say
But you want him to be with you
When you hold your love dont ever let him go
Or you will lose your chance
To make your dream come true
I used to hide and watch you from a distance
But i knew you realized
I was looking for a time to get closer
At least to say hello
And i can’t stand to wait
your love is coming to my live
i never thought that i’m so strong
i stuck on you and wait so long
but when love comes it can’t be wrong
dont ever give up
just try and try to get what you want
cause love will find away

Rani terus me replay lagu ini, lagu Endah and Resha “when you love someone”
Yang dia kira ini sesuai banget dengan keadaan hatinya saat ini, entah kenapa air matanya tiba tiba saja menetes dan makin lama makin deras. Dan Rani pun berfikir untuk memberitahu Rendy tentang perasaannya itu.
*****
Keesokan harinya
Ketika sampai di sekolah Rani ingin langsung menuju kelas Rendy, tetapi niatnya terhalang oleh perintah dari guru matematika yang menyuruhnya untuk fotocopy. Maka ia memutuskan untuk menyari Rendy waktu istirahat nanti, ketika bel istirahat berbunyi, ia langsung dipanggil oleh guru BP untuk menghadap guru tersebut, niatnya terhalang lagi.
Kapan lagi Rani, lu harus nyatain perasaan lu ke Rendy, gaperlu dia harus jadi pacar lu, biar dia tau aja perasaan lu ke dia gimana. Ayo inget lirik lagu endah and resha yang sering lu nyanyiin Ran
i never thought that i’m so strong (tak pernah terpikir bahwa aku sekuat ini)
i stuck on you and wait so long (aku terobsesi padamu dan menunggumu sekian lama)
but when love comes it can’t be wrong (tetapi ketika cinta itu datang, tak mungkin ia salah)
dont ever give up (jangan pernah menyerah)
just try and try to get what you want (cobalah dan teruslah coba tuk dapatkan yang kau mau)
cause love will find away (karena cinta kan temukan jalannya)

Rani mendengar bisikan bisikan yang membuat dia semangat, untuk menyatakan perasaannya pada Rendy.
Tapi kapan waktu yang tepat? Pokoknya harus hari ini!, gimana kalo pulang sekolah nanti? Ya pulang sekolah aku harus buru buru mencari anak itu, kata Rani semangat.
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnggggg.......
Suara itu yang ditunggu tunggu oleh Rani, ia tergesa gesa membereskan tasnya dan langsung lari keluar kelas, ia pun langsung naik ke lantai 3, ke kelasnya Rendy. Setelah iya sudah sampai di depan kelas Rendy. Ternyata kelas itu kosong dan segera iya melihat lapangan, dan
Itu dia, dia mau lagi jalan ke arah tempat parkir motor, kayaknya dia buru buru banget
Rani pun berlari sangat kencang bagaikan dikejar serigala hutan, dan sesampainya ia dibawah, ia menjumpai Rendy ,
“Rendy!”
“oh iya ka ada apa ka? Kok kakak tau nama aku?”
“hmmm” Rani kebingungan mau menjawab apa, karena memang mereka belum pernah berkenalan.
“ iya, aku tau dari temen temen aku kalo kamu itu namanya Rendy”, Rani menjawab dengan halus menggunakan aku-kamu, padahal ketika pertama kali mereka bertemu, Rani masih menggunakan panggilan Gue-lu.
“oh gitu ya ka, trus ngomong ngomong ada apa ya ka? Ada yang penting kah?”
“hmm, Rendy sebenernya gue mau bilang kalo gue....” belum selesai Rani berbicara tiba tiba handphone Rendy berbunyi tanda ada telpon, dan Rendy menjawab telpon tersebut, tak tau apa yang dibicarakan oleh si penelpon, tiba tiba Rendy menjawab.
“Iya sayang, langsung kesana jemput kamu ya, kamu tunggu dulu ya, 10 menit nyampe deh janji, daaaag ” itu akhir pembicaraan Rendy dengan si penelpon.
Jleeebbbbbbbbbbb...
Apa itu pacarnya rendy? Rendy sudah punya pacar? Yaampun galau lagi deh. Seribu pertanyaan seketika memenuhi otakku.
“Ka Rani, tadi mau ngomong apa ka? Maaf tadi ada telfon”
“ehhhh iya, “ Rani makin bingung mau ngomong apa ke Rendy.
“ heemmm, gini Rendy, aku mau ngomong kalo aku berterimakasih sama kamu, waktu kita telat, walaupun kamu nabrak aku sampai buku aku jatuh semua, kamu masih mau nolongin aku, makasih Rendy”, kata Rani kebingungan apa yang harus diomongin.
“ oh itu toh, harusnya justru aku yang minta maaf sama kaka, yaudah kak, aku duluan ya ka, sudah ditungguin soalnya”
“iya” hanya itu yang bisa Rani ucapkan untuk mengakhiri pembicaraannya dengan cowok idamannya itu.
Rani galau tak menentu, dia berfikir bahwa hatinya benar benar tak menentu hari itu, bergegas ia pulang dengan menaiki bis umum. Siang itu di dalam bis panas, sesak dan penuh orang, dan ketika bis berhenti menurunkan salah seorang penumpangnya, naiklah seorang pengamen perempuan yang bisa dikira kira umurnya mungkin sebaya dengan Rani. Kemudian pengamen tersebut menyanyikan lagu Nadya Fatira
Kita yang mencari dan pahami isi hati
Lelah di tengah jalannya dan hentikan cerita
Kaulah bintangku yang meredup perlahan
Terambil cahayanya
Kaulah bintangku yang meredup perlahan
Tak lagi terangi malamku
Tak ada manusia sempurna dapatkah kau terima
Dan engkau kan terus mencari mengisi kosong hati
Kaulah bintangku yang meredup perlahan
Terambil cahayanya
Kaulah bintangku yang meredup perlahan
Tak lagi terangi malamku
Deggggggg!!
Lagu itu cocok banget untuk keadaan hati nya saat ini yang merasa bahwa si bintang itu adalah Rendy, dan Rendy sudah mulai meredup karena dia ternyata sudah mempunyai pacar dan Rani merasa bahwa Rendy tak akan menyukainya. Pada saat pengamen itu menyudahi kegiatan bernyanyinya, kebetulan di kantung baju sekolah Rani  terdapat uang 2000, saat pengamen menyodorkan kantungnya kepada para penumpang, langsung Rani masukan uangnya yang tidak banyak, malah terhitung sangat sedikit, lalu Rani berdoa “semoga uang itu bisa sedikit bermanfaat untuknya ya allah amin”
Sesampainya dirumah sekitar jam 3 sore, Rani langsung masuk rumahnya, ia langsung bergegas untuk mandi. Ketika malam datang tepatnya saat waktu maghrib, ada yang menelponnya, tapi Rani berusaha untuk melaksanakan kewajibannya terlebih dahulu untuk sholat maghrib, setelah selesai sholat maghrib ada 13 kali telepon masuk ke handphonenya yang namanya adalah TOMI.
Hah! Tomi ngapain maghrib gini nelpon? Hmm coba sms aja deh
Assalamualaikum, Tomi ada apa ya Tom? Ada yang penting banget ya Tom, lu sampe miss called 13x?
Iya Ran, penting banget Ran.
Apaan Tom, kasih tau dong
Yaudah 15 menit lagi gue telfon lu ya ran oke?
Oke deh

15 menit kemudian
“Assalamualaikum Ran”
“Waalaikumsalam tom, adaapasih tom coba deh lu certain deh ada apa sih sebenernya”
“iya Ran, jadi tuh Pengurus OSIS  bikin proposal untuk pensi dan malam puncaknya”
“Trus masalah nya sama kita apa?”
“Nah kita tuh disuruh manggung, tapi di suruh bawain lagu romantis, trus katanya biar lebih kena lagi, bagusnya duet”
“tapi gue gabisa nyanyi lagu mellow di depan orang banyak Tom, lu tau guekan”
“yaudah nanti kita latihan aja, ntar gue cariin cowo buat temen duet lu”
“okedeh tom”
******
Karena pagi ini adalah weekend, Rani  berniat untuk mengajak kakak laki-lakinya untuk “Car Free Day” di pusat kota. Kakak laki-lakinya bernama Bagas. Bagas hanya berjarak 1 tahun dengan Rani , banyak teman Rani yang mengatakan Bagas adalahpacarnya, danbegitu pula sebaliknya.
“Ka bagas ayo cepetan bangun!! Ini nanti keburu siang” Rani membangunkan kakaknya itu.
“Iyaaa elaah ntar dulu ya lima menit lagi” jawab kakaknya dengan nada masih ngantuk.


(bersambung)

Ditulis oleh : Sabeel